Jumat 29 Oct 2021 03:29 WIB

Menteri Singapura: Ekstremisme tak Terikat pada Satu Agama

Suatu kesalahan untuk menghubungkan ekstremisme ke salah satu agama.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko
Menteri Singapura, K Shanmugam
Foto: BLOOMBERG
Menteri Singapura, K Shanmugam

IHRAM.CO.ID,  SINGAPURA -- Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam mengungkapkan, adalah suatu kesalahan untuk menghubungkan ekstremisme ke salah satu agama, karena setiap agama memiliki penganut yang akan menyalahgunakannya untuk alasan mereka sendiri.

Dia menyoroti bagaimana ada kasus di wilayah di mana ekstremis berasal dari berbagai agama, termasuk Buddha, Kristen, Hindu dan Islam. Shanmugam menanggapi pertanyaan tentang tanggapan Singapura terhadap ekstremisme selama segmen tanya jawab yang berlangsung sebelum kuliah virtual yang diselenggarakan oleh Middle East Institute di National University of Singapore.

Baca Juga

"Kita perlu menyadari bahwa di setiap agama, ada orang yang akan menyalahgunakannya, mengusiknya dan menggunakannya untuk menyerang orang-orang dari agama lain, terkadang karena alasan politik, terkadang karena alasan lain. Tetapi biasanya memiliki hubungan yang sangat sedikit hubungannya dengan iman dan agama," kata Shanmugam dilansir dari laman Straits Times pada Kamis (28/10).

Singapura memiliki kasus ekstremisme sayap kanan pertama baru-baru ini. Shanmugam mengatakan, pihak berwenang mengambil pendekatan serupa berdasarkan pengalaman mereka dengan ekstremisme Islam dengan melibatkan ulama lokal dalam kasus tersebut, mengingat bagaimana mereka memiliki kredibilitas lebih.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement