Penyakit Jamaah Haji Dapat Diprediksi 

Rabu , 03 Nov 2021, 07:49 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Penyakit Jamaah Haji Dapat Diprediksi. Foto: Kapuskes Haji Budi Sylvana
Penyakit Jamaah Haji Dapat Diprediksi. Foto: Kapuskes Haji Budi Sylvana

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana memastikan, penyebab penyakit jamaah dapat diprediksi petugas kesehatan haji. Keadaan ini dapat mengurangi risiko jamaah sakit dan meninggal di Arab Saudi.

 

Terkait

"Dari data penyakit yang ada, ternyata penyebab penyakit jamaah itu semua sifatnya predictable bisa diprediksi," kata Budi Sylvana saat dihubungi Republika, Rabu (3/11).

Baca Juga

Budi mengatakan, mitigasi kesehatan jamaah perlu dilakukan agar penyakit yang ada pada jamaah haji tidak semakin parah. Usaha mitigasi dapat mengurangi resiko angkat kematian pada jamaah haji di Arab Saudi.

"Artinya jamaah kondisi kesehatannya kalau dilakukan mitigasi Insya Allah bisa kurang angka kematiannya," 

Budi mengatakan, selama ini kita sudah terbelanggu, bahwa kesehatan haji itu harus dokter, perawat. Padahal itu merupakan pola pikir yang membuat jamaah kita sudah dianggap bakal sakit.

"Karena kita sudah diracuni dengan kita ini jamaah akan sakit," katanya.

Budi memastikan, sebagai petugas kesehatan haji, bagaimana terus berupaya agar dapat menjaga kesehatan jamaah sejak berangkat sampai kembalinya ke tanah air. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mitigasi kesehatan jamaah.

"Kita menjaga orang pergi sehat dan pulang dalam keadaan sehat. Makanya harus dilakukan mitigasi jamaah ini jangan sampai sakit."

Budi mengatakan, mitigasi menjadi petugas kesehatan haji kedepannya, khususnya tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI). Jika sudah dilakukan mitigasi masih ada yang sakit maka jamaah tinggal dibawa ke RS.

"Kalau ada jamaah sakit sekarangka sudah ada RS pemerintah sudah menyediakan. Kalau ada yang butuh perawat ada rumah sakit sudah disiapkan segala macam, dokter specialis sudah banyak di siapkan. TKHI fungsinya adalah menjaga jamaah tetap sehat," katanya.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini