Ditentang Pemerintah, Muslim Polandia Bantu Migran

Selasa , 30 Nov 2021, 04:33 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Agung Sasongko
Muslim Tatar di Polandia membawa jenazah bayi migran untuk dimakamkan di Bohoniki, perbatasan Polandia-Belarusia, November 2021.
Muslim Tatar di Polandia membawa jenazah bayi migran untuk dimakamkan di Bohoniki, perbatasan Polandia-Belarusia, November 2021.

Di sisi lain, poster tulisan tangan terpaku di pohon-pohon di jalan menuju desa yang berisikan ucapkan terima kasih kepada para prajurit karena mempertahankan perbatasan. Belasan poster yang memberikan dukungan kuat kepada militer terlihat diikat di pagar di kota terdekat Sokolka, dan ditempelkan di pagar di luar masjid Bohoniki.

 

Terkait

Sementara keturunan pejuang Tatar kini berjumlah sekitar 30 orang dari 100 penduduk desa yang berjumlah 100 orang. Mereka terus shalat di masjid kecil berpanel kayu. Mereka bekerja di kota-kota terdekat dan tambang di pinggiran desa. Mereka juga menonjol dalam membantu mengumpulkan paket makanan untuk mereka yang bersembunyi di hutan. 

Uni Eropa (UE) menuduh Belarus mengatur pergerakan migran dengan menawarkan visa, dan mengantar mereka ke perbatasan. Hal ini sebagai pembalasan karena menjatuhkan sanksi pada rezim otokratis Presiden Belarus, Alexander Lukashenko.

Lukashenko mengunjungi sebuah gudang pada Jumat di sisi perbatasan Belarusia, di mana sekitar 2.000 orang tinggal di akomodasi sementara. Dia mengatakan kepada mereka bahwa negaranya tidak akan menghalangi jika mereka ingin mencoba melintasi perbatasan.

Empat dari setidaknya 13 orang yang meninggal saat mencoba menyeberang. Kemudian dimakamkan di pemakaman di Bohoniki. Di antara mereka adalah warga Suriah Ahmed Al Hassan (19 tahun) yang tenggelam saat mencoba menyeberangi sungai dan seorang migran Yaman, Mustafa Mohammed Murshed Al Raimi.  Seorang anak yang belum lahir yang ibunya keguguran saat dia berjalan melalui hutan bersama keluarganya berada di plot lain.

"Bukan dilema bagi kami untuk mengubur mereka dengan bermartabat daripada di kuburan tanpa nama tanpa rasa hormat. Jika ada lebih banyak jenazah yang perlu dikuburkan, maka kami akan melakukannya. Kami akan memberi ruang," kata Radkiewicz.