18 Tahun Lalu, Robot Pencari Air NASA Mendarat di Mars

Selasa , 25 Jan 2022, 18:00 WIB Reporter :Fergi Nadira/ Redaktur : Agung Sasongko
Robot penjelajah Mars NASA (ilustrasi)
Robot penjelajah Mars NASA (ilustrasi)

Dia menambahkan bahwa Opportunity bisa saja mendarat di kawah dan batuan dasar yang bisa menjadi tepi kawah itu. Batuan tersebut memiliki bentuk seperti lempengan yang menurut para ilmuwan dapat diciptakan baik oleh aktivitas gunung berapi atau oleh aksi air.

 

Terkait

Ini telah membuat jejak khas di tanah Mars yang menunjukkan bahwa planet tersebut mungkin berbutir halus dan berlapis-lapis. Warnanya juga jauh lebih gelap daripada tanah di lokasi pendaratan Spirit's Gusev Crater, 10.600 km jauhnya.

Para ilmuwan meyakini bahwa tanah Mars kaya akan mineral yang disebut hematit abu-abu. Di Bumi, mineral tersebut biasanya terbentuk dengan adanya air. Opportunity mendekati permukaan Mars dengan kecepatan 19.000 km/jam Ini mengerahkan parasut untuk memperlambat penurunannya dan pelindung kapsulnya untuk melindungi pendaratannya.

Roket yang membawa robot penjelajah menetralkan hembusan angin ringan saat mendarat di Mars. Oleh karena itu, ia mendarat dengan kekuatan antara dua dan tiga G atau pendaratan yang terbilang sangat lembut.

 

Robot penjelajah dirancang untuk menahan pendaratan hingga 40 Gs. NASA sekarang akan menghabiskan waktu seminggu untuk membongkar dan menguji kendaraan roda enam itu.