Jumat 11 Mar 2022 21:12 WIB

PWNU Jabar Diminta Maksimalkan Digitalisasi Dakwah

PWNU Jatim diminta memaksimalkan digitalisasi dakwah.

Dakwah digital (ilustrasi).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Dakwah digital (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat diminta memaksimalkan digitalisasi saat melaksanakan dakwah kepada masyarakat."Masukan dari saya kepada PWNU Jawa Barat supaya memaksimalkan digital karena banyak istilah sekarang anak muda itu hijrah cari ilmunya di Youtube dan media sosial," kata Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil dalam keterangan persnya, Jumat (11/3/2022).

Ditemui seusai Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama ke-99 yang diselenggarakan di Kabupaten Bandung, Ridwan Kamil mengatakan jika semua kalangan ulama dari Nahdlatul Ulama sudah memaksimalkan digitalisasi maka jangkauan dakwahnya akan semakin banyak."Jika dengan fisik kita mendakwahi 1.000 per orang, dengan via digital kita bisa mendakwahi satu juta orang yang tidak hadir secara fisik," kata dia.

Baca Juga

Pemaksimalan peran Nahdlatul Ulama baik Pusat maupun Daerah diharap bisa membantu Jawa Barat dari berbagai sektor, tak hanya terkait soal spiritual.Oleh karena itu dengan memaksimalkan eksistensi NU di masjid-masjid adalah upaya yang sangat baik

Ridawan kamil juga mengenalkan Program Kredit Mesra, yakni kredit yang sangat memudahkan bagi kaum duafa.

"Umat Islam yang dhuafa cukup ke masjid, itu masjid yang bekerja sama dengan Bank BJB. Kita kasih pinjaman tanpa bunga. Kami berharap kaum dhuafa jangan menjauhi masjid, melainkan justru mendekati masjid," kata Kang Emil.

Menurutnya dari masjid selain ibadah ritual akidah, umat juga mendapatkan pertolongan ekonomi dari Pemda Provinsi Jawa Barat.Ia juga menjelaskan tentang Program English for Ulama yang terinspirasi dari Gus Yahya yang rajin berdiplomasi."Saya pernah ditanya sewaktu menjadi

Wali Kota Bandung, di Amerika itu mengapa kalau ada dialog agama selalu orang Arab saja yang diundang, Anda kan berangkat dari negara dengan agama Muslim terbesar di dunia," ujar Kang Emil.

 

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement