Angin Kencang Sempat Akibatkan Listrik Padam di DIY

Selasa , 29 Mar 2022, 18:50 WIB Reporter :Wahyu Suryana/ Redaktur : Muhammad Hafil
Angin Kencang Sempat Akibatkan Listrik Padam di DIY. Foto:   Cuaca angin kencang. (ilustrasi)
Angin Kencang Sempat Akibatkan Listrik Padam di DIY. Foto: Cuaca angin kencang. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,SLEMAN -- Kondisi cuaca hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada 28 Maret 2022 mengakibatkan gangguan distribusi tenaga listrik. Hal ini dikarenakan hujan dan angin membuat pohon dan baliho rubuh di wilayah kerja PLN UP3 Yogyakarta.

 

Terkait

Cuaca itu mengakibatkan satu tiang jaringan tegangan menangah (jtm) Yogyakarta patah. Lalu, satu tiang jtm di Sleman patah, enam suspension di Kalasan pecah, serta satu tiang dan dua tiang jaringan tegangan rendah (jtr) patah di Sedayu.

Baca Juga

Kondisi itu terdampak ke 18 penyulang, 3.733 gardu dan 254.236 pelanggan. Sampai 29 maret 2022 pagi, masih banyak masyarakat sekitar DIY yang mengeluhkan mati listrik karena 11 gardu masih padam dan listri bagi 902 pelanggan masih padam.

Penanganan dilakukan mulai penggantian tiang patah dan perbaikan konduktor. Jelang siang, 18 penyulang yang terdampak sudah menyala, 3.733 gardu terdampak sudah menyala dan 245.235 pelanggan akhirnya sudah teraliri listrik kembali.

Manager Pusat Pengendalian Operasi BPBD DIY, Danang Samsurizal mengatakan, pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi. Seperti di Jalan Temanggal, Kalasan, Sleman, pohon lamtoro dengan diameter 60 dan 50 centimeter menimpa jaringan listrik.

Kemudian, di Kadirojo II, Sleman, pohon jambu mete diamrter 50 centimeter rubuh saat angin kencang disertai hujan menimpa gapura dan jaringan listrik. Terjadi pula di Cupuwatu II, Sleman, pohon jambu mete 65 centimeter rubuh menima rumah.

"Analisa kejadian, pohon jambu mete tumbang saat angin kencang disertai hujan dan menimpa rumah warga, sehingga ada kerusakan di bagian atap rumah tersebut," kata Danang, Selasa (29/3).

Selain itu, pohon tumbang terjadi pula di Karangmojo, Sleman. Pohon rambutan tumbang saat angin kencang disertai hujan dan menimpa rumah bagian samping dan teras rumah. Kerusakan terbanyak terjadi di genting rumah karena tertimpa pohon.

Penanganan yang sudah dilaksanakan seperti pemangkasan pohon yang tumbang dan menyingkirkan kayu-kayu dari pohon tumbang yang menutup akses jalan. Sehingga, dapat digunakan sebagaimana fungsi jalan itu dan di area rumah yang tertimpa.

"Korban jiwa nihil, status terkondisi," ujar Danang. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini