Kamis 21 Jul 2022 01:35 WIB

Okupansi Hotel di Arab Saudi Diprediksi Naik Dua Kali Lipat Usai Musim Haji

Selain karena haji, kenaikan okupansi hotel juga karena Ramadhan dan Riyadh Seasons.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ani Nursalikah
Hotel di Makkah. Okupansi Hotel di Arab Saudi Diprediksi Naik Dua Kali Lipat Usai Musim Haji
Foto: arab news
Hotel di Makkah. Okupansi Hotel di Arab Saudi Diprediksi Naik Dua Kali Lipat Usai Musim Haji

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Musim ibadah haji 2022 ikut membawa manfaat bagi Arab Saudi di bidang pariwisata. Keterisian hotel di Arab Saudi mengalami kenaikan berlipat ganda pada tahun ini setelah pada tahun sebelumnya hanya mengizinkan warga Arab Saudi yang melakukan ibadah haji akibat pandemi Covid-19.

"Arab Saudi menyambut hingga satu juta jamaah haji, sebagian besar dari luar negeri, tahun ini, untuk mengunjungi dua situs tersuci Islam di Mekah dan Madinah, dan itu telah berdampak besar pada industri pariwisata" kata Christopher Lund dari firma penasihat Colliers International untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), dikutip dari Al Arabiya, Rabu (20/7/2022).

Baca Juga

Lund mengatakan kebangkitan besar-besaran untuk industri pariwisata di Arab Saudi pada 2022. Di Makkah, peningkatan hunian diharapkan sebesar 106 persen dibandingkan dengan 2021 dan peningkatan 80 persen diharapkan di Madinah.

Kedua kota tersebut merupakan lompatan terbesar dalam tingkat hunian hotel dari tahun ke tahun di seluruh wilayah GCC. Colliers International dalam laporannya juga mencatat bahwa Riyadh Seasons yang juga sangat populer di Arab Saudi, yang berlangsung pada Mei dan menawarkan 2.800 kegiatan dan penawaran hiburan selama dua bulan.

 

Festival tersebut juga diprediksi meningkatkan jumlah pariwisata, seperti halnya arus masuk wisatawan selama Ramadhan. Jeddah akan melihat lompatan lima persen dalam perkiraan tahun-ke-tahun pada 2022, sementara Riyadh akan melihat lompatan sembilan persen.

“Pasar hotel Makkah diperkirakan akan berakhir pada 2022 dengan peningkatan hunian 106 persen dibandingkan dengan 2021,” ujar Lund.

“Kinerja ini dicapai meskipun beberapa pasar sumber besar untuk Mekah masih terpengaruh dari perjalanan yang berkurang secara signifikan (Indonesia, Malaysia, Mesir, Pakistan, dll) – yang berarti bahwa kami mengharapkan permintaan terpendam yang besar untuk pasar Makkah di tahun-tahun mendatang dan optimistis tentang prospek pasar ini.” imbuhnya.

Lund mengatakan Riyadh, al-Khobar, dan Madinah diperkirakan akan mencapai tingkat hunian yang lebih tinggi pada 2022 dibanding sebelum pandemi 2019. Hal tersebut menunjukkan kekuatan kembalinya pasar Saudi.

“Ini adalah hasil dari beberapa faktor, seperti pengembalian perusahaan yang kuat, peningkatan pariwisata rekreasi dari acara-acara seperti Riyadh Seasons dan periode Ramadhan yang kuat,” katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement