Selasa 30 Aug 2022 21:00 WIB

Masjid City Kibalu Malaysia Terinspirasi Masjid Nabawi

Selama proses pembangunannya, masjid ini memiliki cerita dramatis.

Masjid City Kinabalu
Foto: wikipedia
Masjid City Kinabalu

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Masjid City atau Kota Kinabalu State Mosque ini merupakan masjid utama kedua yang dibangun di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, setelah Masjid Negeri Sabah. Selama proses pembangunannya, masjid ini memiliki cerita dramatis karena pengerjaannya harus berhenti selama beberapa tahun. Padahal, ketika itu pengerjaannya baru tahap penggalian fondasi.

Terhentinya pengerjaan pembangunan masjid ini disebabkan panitia pembangunan belum menerima sumbangan dana dari pemerintah dan warga setempat di Kinabalu. Sehingga, masjid yang perencanaannya dimulai pada 1989 ini baru bisa diresmikan pada tahun 2000. Jadi, kurang lebih 10 tahun masyarakat Kinabalu Malaysia baru bisa melaksanakan shalat di masjid yang didominasi warna putih itu.

Baca Juga

Jika dilihat dari desain arsitekturnya, masjid ini terinspirasi pada Masjid Nabawi Madinah, situs paling suci kedua dalam Islam setelah Masjid al-Haram, Makkah Arab Saudi. Adapun yang membedakannya hanyalah paduan warna pada kubah dan empat menara. Untuk kubah pada Masjid Raya Kinabalu ini diberi warna biru, sementara menaranya diberi warna kuning emas. Syahdan, ketika malam dominasi dua warna mengilat-ngilat di atas air kolam laguna (laut buatan) yang mengelilinginya.

Masjid ini merupakan masjid terbesar di Kota Kinabalu, bahkan mungkin yang paling indah di Malaysia karena masjid ini memiliki laguna buatan manusia yang mengelilinginya memberikan tampilan tenang dan cantik serta romantis pada masjid, apalagi ketika malam bulan purnama. Untuk itu, Masjid Kota Kinabalu menjadi pusat percontohan di Malaysia.

Berdiri di atas tanah seluas 2,47 hektare di Teluk Likas, masjid ini mampu menampung sekitar 12 ribu jamaah secara bersama dalam satu waktu. Masjid dengan arsitektur kontemporer Islam ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Selain fasilitas tempat shalat dan doa, masjid ini juga memiliki tiga madrasah, perawatan klinik, dan beberapa spot untuk ATM.

Di antara beberapa fasilitas yang terdapat di masjid, hanya ruangan utama yang memiliki luas paling besar. Luasnya ruangan ini sudah terlihat ketika berada di lobi utama masjid yang dilapisi lima pilar dengan lengkungan yang saling menyambung. Lengkungan-lengkungan ini jika dilihat dari kejauhan seperti lipatan gorden yang bergelombang.

Setelah melewati lobi utama, kita akan melihat secara utuh luasnya ruangan utama. Ruangan utama ini mampu menampung jamaah dengan kapasitas sekitar sekitar 9.000 jamaah. Lantaran mengandalkan dan menyeleraskan keseimbangan alam, masjid ini tidak menggunakan pendingin secara berlebihan, lagi pula masjid ini sudah memiliki banyak kerangka angin yang kerangkanya berbentuk menyerupai daun jendela dan pintu.

Kerangka-kerangka tersebut tersebar di bagian atas dan bawah ruangan utama masjid yang berfungsi mengatur keluar masuk udara di luar dan di dalam masjid. Hanya ada pendingin elektrik model lama dengan kipas baling-baling itu juga digunakan jika perlu untuk mendorong udara yang ada di dalam  keluar.

Di antara hiasan yang paling memiliki guna adalah adanya empat tiang. Empat tiang ini selain sebagai hiasan berfungsi menopang kubah yang bertengger di atas masjid. Di antara tiang inilah kita bisa melihat keseluruhan besarnya lengkungan kubah yang dihiasi dengan ornamen awan.

Destinasi Wisata yang Diminati Wisatawan 

Tak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, pengelola masjid juga memberikan fasilitas lain yang memberikan kenyamanan bagi jamaah, tak terkecuali bagi anak-anak. Pada 2008, masjid memperkenalkan wahana perahu dayung. Pengunjung bisa melihat masjid dari ketinggian perahu. 

Salah satu anggota komite masjid menyatakan bahwa konsep ini diterapkan agar masjid lebih menjadi relevan dengan kehidupan masyarakat meliputi agama, ekonomi, dan aspek sosial kemasyarakatan. Faktor ini menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan. Masjid ini pun ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan internasional. Bahkan, turis non-Muslim juga diperbolehkan berkunjung ke tempat ini di luar pelaksanaan shalat lima waktu.

Masjid Kota Kinabalu terbuka umum setiap hari kecuali Jumat. Tidak ada biaya yang dikenakan pada pengunjung. Namun, pengunjung diwajibkan untuk memakai pakaian sederhana. Fasilitas Lonely Planet bisa menjadi solusi untuk mendapatkan baju karena menyewakan pakaian lengan panjang dan celana panjang bahan.

sumber : Islam Digest
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement