Jumat 07 Oct 2022 12:48 WIB

Agar Kasus Jamaah Umroh Gagal Berangkat tak Lagi Terulang

Penyelenggara umroh harus memastikan visa dan paket, sementara Kemenag soal pengawasa

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil
Agar Kasus Jamaah Umroh Gagal Berangkat tak Terulang Lagi. Foto: Jamaah PT Naila Syafaah Wisata Mandiri sedang menunggu kepastian keberangkatan umroh. Saat ini ketua rombongan sedang melaporkan travel tersebut ke Polres Tangerang, Kamis (6/10/2022).
Foto:

 

Selain itu, juga perlu diperhatikan dari sisi pengawasan. Kementerian Agama (Kemenag) diminta memperketat pengawasan secara menyeluruh di sektor perjalanan umroh.

Permintaan ini disampaikan Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi, atas kejadian 176 jamaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur gagal diberangkatkan oleh Travel Naila Syafaah.

 "Dan hal ini menjadi satu pemicu buat kementerian agama agar punya kontrol yang lebih ketat dari berbagai sudut," kata Syam Resfiadi saat dihubungi Republika, Jumat (7/10/2022).

Karena kata dia, Kemenag akan kesulitan kontrol pada saat pembentukan, atau penerimaan izin baru PPIU. Karena bisa jadi perubahannya pada saat sudah jadi izin dibeli orang yang punya niat dengan model-model lama dengan skema ponzi atau MLM seperti yang dilakukan First Travel dan Abu Tour. 

Syam juga menyarankan, Kemenag dan semua pihak terkait lebih ketat melakukan kontrol terhadap kelangkaan perjalanan umroh. Jangan sampai kontrol yang lemah ini menjadi celah bagi pihak yang memiliki niat tidak baik.

"Dan tentunya pengawasan di hal yang lain terutama pengetatan dalam aturan visa maupun tiket begitu juga dengan meningitis agar semua stakeholder umroh bekerjasama untuk tidak mau menerima travel-travel, orang-orang, individu atau oknum-oknum yang akan berindikasi tidak baik," katanya.

Menurutnya, banyak kontrol yang harus dilakukan oleh Kemenag dalam hal ini Direktorat Umroh dan Haji kusus. Kemenag agar memiliki personil yang lebih kuat dari tingkat pusat maupun daerah terutama yang memiliki embarkasi keberangkatan. 

"Seperti Soekarno Hatta, Kemudian Surabaya Medan, tentunya nanti ada di Kalimantan dan Sulawesi, Kanwil-Kanwil ny harus dipersiapkan SDM nya untuk kontrol 24 jam," katanya.

Jadi kata dia, apabila ada pesawat-pesawat menuju ke Jakarta atau dari daerah yang memiliki bandara internasional bisa dilihat persyaratan-persyaratan dan segala macamnya. Hal ini demi mengurangi celah orang mau bermai curang.

"Sehingga tidak ada lagi orang melirik, ada kemungkinan bisa berangkat dengan celah-celah yang lemah," katanya.

 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement