Komite Pakisten Cabut Fasilitas Haji Gratis untuk VIP

Jumat , 18 Nov 2022, 16:44 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Polisi Arab Saudi berbicara dengan Jamaah haji Pakistan saat  melintasi Kota Mina, Makkah, Arab Saudi. Komite Pakisten Cabut Fasilitas Haji Gratis untuk VIP
Polisi Arab Saudi berbicara dengan Jamaah haji Pakistan saat melintasi Kota Mina, Makkah, Arab Saudi. Komite Pakisten Cabut Fasilitas Haji Gratis untuk VIP

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD -- Komite Akun Publik (PAC) Pakistan menyatakan skema haji gratis yang disponsori pemerintah tidak sah, Kamis (17/11/2022). Mereka juga bersumpah mencegah pelaksanaan ibadah haji yang disponsori pemerintah di masa depan.

 

Terkait

Ketua PAC Noor Alam Khan dilaporkan memimpin rapat Kementerian Agama dan Kerukunan Antar Umat Beragama untuk tahun audit 2019-2020. Dalam putusannya, ia meminta agar kementerian memberikan daftar orang-orang yang melakukan haji atas biaya pemerintah.

Baca Juga

Dilansir di Business Recorder, Jumat (18/11/2022), ia juga berkata akan memastikan ke depannya tidak ada lagi pejabat yang diizinkan melaksanakan haji secara gratis. Bagi pejabat yang melakukan lebih dari satu haji akan diminta mengganti biaya yang dikeluarkan.

Tidak hanya itu, dalam rapat tersebut ia juga menyampaikan bagi para peziarah kini tidak membutuhkan "Moawan" (Koordinator) untuk melakukan haji. Selain membahas perihal skema haji gratis, komite memberikan pengarahan pengarahan tentang perincian bangunan milik Pakistan yang merupakan properti Nawab Bahawalpur di Makkah dan Madinah.

Sekretaris Urusan Agama memberi tahu komite Nawab Bahawalpur memiliki lima properti di Makkah dan satu di Madinah dan dikelola oleh manajer selama 1906 hingga 1966. Salah satu cucu dari seorang manajer properti ini mengklaim kepemilikan setengah bangunan dan memenangkan kasus tersebut. Tidak ada yang menentang keputusan itu.

Hasilnya, tiga gedung diberikan di bawah administrasi Kedutaan Besar Pakistan. Sementara dua bangunan lainnya yang dirubuhkan merupakan proyek pembangunan Arab Saudi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini