REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Surakarta, hingga Senin atau hari ketujuh telah memberangkatkan sebanyak 6.719 calon haji yang terbagi menjadi 18 kelompok terbang ke Tanah Suci.
"PPIH Embarkasi Surakarta pada hari ini telah memberangkatkan dua kloter, yakni Kloter 17 asal Purworejo dan Kloter 18 gabungan Purworejo, Kebumen, dan Magelang ke Tanah Suci," kata Ketua Humas PPIH Embarkasi Surakarta Badrussalam di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, Senin.
Menurut dia, jamaah calhaj Kloter 17 asal Purworejo sebanyak 375 orang telah diberangkatkan melalui Bandara Adi Sumarmo, Boyolali, pukul 05.28 WIB menuju Tanah Suci. Kloter 18 sebanyak 373 calhaj menyusul pada pukul 11.45 WIB.
Calhaj yang memasuki ke Asrama Haji Donohudan Boyolali, Senin ini ada dua kloter, yakni 19 dan 20, keduanya asal Kebumen, Jateng. Jemaah calhaj dua kloter ini melakukan persiapan terakhir dan dijadwalkan berangkatan ke Tanah Suci, Selasa (17/9) pada pukul 05.45 WIB dan 09.35 WIB.
Jamaah calhaj Kloter 19 tiba di Asrama Haji Donohudan sekitar pukul 05.30 WIB atau lebih cepat dua jam setengah menit dari waktu yang dijadwalkan, sedangkan Kloter 20 sekitar pukul 08.00 WIB atau lebih cepat dua jam dari dijadwalnya.
"Petugas daerah yang membawa jemaah ke asrama waktunya lebih cepat dari jadwal karena mereka khawatir jika terjadi keterlambatan. Mereka dengan mengantisipasi jika terjadi kemacetan lalu lintas di jalan," katanya.
Menyinggung anggota jemaah yang masih tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci, Badrussalam menjelaskan bahwa seorang calhaj yang terpaksa belum dapat diberangkatkan bersama rombongan kloternya karena menderita sakit.
Seorang dari jemaah yang tertunda keberangkatanya ke Tanah Suci, yakni Susilowati (50) asal Brebes yang tergabung Kloter 12 karena masih dirawat di Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi Solo.
"Rombongan (jemaah, red.) calhaj Kloter 12 asal Brebes sudah diberangkat ke Tanah Suci pada hari Jumat (13/9) pukul 21.35 WIB," katanya.
Namun, bagi calhaj yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi Solo dapat diberangkatkan bersama kloter berikutnya jika sudah ada rekomendasi dari dokter yang merawat.
"Calhaj Nyonya Susilowati itu jika sudah diizinkan oleh dokter, bisa diberangkatkan bersama kloter berikutnya," katanya.




