Jumat 25 Sep 2015 20:11 WIB
Insiden Mina

'Pemerintah Arab Saudi Wajib Bertanggung Jawab atas Insiden Mina'

Rep: C07/ Red: Bayu Hermawan
Korban tragedi Mina tengah mendapat pertolongan
Korban tragedi Mina tengah mendapat pertolongan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Zikir Kebangsaan (Mazika) Fakhruddin Rusyibani mengatakan ibadah haji sejatinya menjadi ritual ibadah yg jalankan dengan penuh kekhusyukan.

"Dalam pelaksanaannya memang tidak sederhana. Banyaknya jumlah jamaah calon haji tentu saja membuat panitia harus extra menyiapkan semua fasilitas dan mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi," kata Fakhruddin dalam keterangannya kepada Republika.co.id, Jumat (25/9).

Ia berkata, titik paling kritis dalam pelaksanaan ibadah haji tentu saja saat puncak pelaksanaan haji. Yakni wukuf di Arafah, lempar jumroh di Jamarot, mabit di Mina dan thawaf ifado karena seluruh jamaah haji berkumpul dalam satu waktu bersamaan.

Mazika pun mengimbau agar Pemerintah Arab Saudi wajib bertanggung jawab atas semua musibah yang terjadi selama penyelenggaraan haji 1436H. Pemerintah Arab Saudi harus memberikan santunan kepada jamaah yang menjadi korban, baik meninggal dunia atau luka-luka.

Kemudian, pemerintah Arab Saudi juga harus membentuk tim investigasi yang independen dan objektif, untuk mencari penyebab terjadinya semua musibah.

"Pemerintah Arab Saudi harus membuka kran masukan, kritik dan saran dari amir haji negara-negara asal jamaah," kata dia.

Ia melanjutkan, sehingga terjadi evaluasi menyeluruh dan menjadi perbaikan pada masa haji tahun-tahun berikutnya. Ia menambahkan, pemerintah Arab Saudi juga harus melibatkan utusan-utusan negara lain dalam membentuk panitia penyelenggara haji di tahun-tahun berikutnya.

"Kepada seluruh jamaah haji yang telah meninggal, semoga mendapat gelar syuhada dan mendapat syurga-Nya. Mereka yang luka-luka, semoga Alloh sehatkan kembali. Seluruh keluarga jamaah yang menjadi korban, semoga diberi kesabaran dan keikhlasan menerima ini sebagai musibah," ucapnya.

Semoga, tambahnya, di tahun-tahun yang akan datang, setiap jamaah haji tidak lagi dihantui perasaan takut akan keselamatannya. Dan melaksanakan semua rukun, wajib dan sunnah haji dengan khusyuk dan tenang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement