REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama seligus Amirull Haj menghimbau agar masyarakat hanya mengutip informasi resmi atas perkembangan data korban musibah di Mina, Arab Saudi.
Direktur Perlindungan WNI, Lalu Muhammad Ikbal mengatakan pihak Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) di bawah komando Kemenag sangat berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat di tanah air.
Prinsip kehati-hatian mereka dalam menyampaikan informasi tentu saja berpedoman untuk menjaga psikolgis juga situasi jamaah haji maupun keluarga dan masyarakat yang berada di tanah air.
Maka hari ini, Jumat pukul 13:00 waktu Arab Saudi data resmi dari pemerintah terkait korban peristiwa Mina yang meninggal adalah Busyaiyah Saleh Abdul Gafar (50) Asal Kalimatan Barat Kloter BTH 14 dan Hamid Atwii Tarji Rofia (51) asal Probolinggo yang tergabung dalam kloter SUB 48.
Serta satu korban lagi yang meninggal namun masih sedang dilakukan crosschek terkait identitasnya. Kemudian terkaid jamaah yang sampai pada hari ini, Jumat (25/9) pukul 07.00 waktu Arab Saudi sebanyak 225 jamaah yang belum kembali ke tenda -tenda di Mina.
225 jamaah tersebut terdiri dari Kloter BTH 14 sebanyak 14 orang, kloter SUB 48 sebanyak n19 orang, dan kloter 62 sebanyak 192 orang.
Namun terkait 225 jamaah yang belum kembali ke tendanya, Lalu masih belum berani menyimpulkan apakah mereka termasuk menjadi korban atas peristiwa Mina ataukah bukan. Alasannya, bisa saja jamaah tersebut sedang di Masjidil Haram, atau tersesat, atau berkunjung ke kerabatnya di maktab lain.




