Senin 28 Sep 2015 16:47 WIB
Insiden Mina

MUI: Wajar Petugas Kesulitan Cari Jamaah Haji yang Hilang

Rep: C33/ Red: Bayu Hermawan
Jamaah haji dari berbagai negara melintasi terowongan di Mina, menuju lokasi melontar jumrah.
Foto: AP/Mosa'ab Elshamy
Jamaah haji dari berbagai negara melintasi terowongan di Mina, menuju lokasi melontar jumrah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih mencari dan menelusuri keberadaan 82 jamaah haji Indonesia. Mereka belum kembali setelah insiden di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9) atau tepatnya empat hari lalu.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai sulitnya mencari jamah haji yang hilang sebagai sesuatu yang wajar. Ia mengatakan total jamaah haji yang sekitar tiga orang pastinya menjadi kendala tersendiri.

"Mencari orang dalam jumlah besar memang tidak mudah, walau sudah dibekali simbol-simbol khusus seperti gelang," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id pada Senin (28/9).

Anwar meminta keluarga jamaah haji beserta masyarakat untuk tenang. Menurutnya ke-82 jamaah yang hilang bisa saja tidak terkait dengan insiden Mina.

"Itu belum tentu ada hubungannya dengan insiden Mina. Bisa saja mereka sakit lalu meninggal tapi belum diidentifikasi. Atau bisa jadi lagi beribadah di masjidil haram dan nyasar juga mungkin," jelasnya.

Meski begitu, ia meminta ketabahan andai ada anggota keluargayang termasuk dalam korban meninggal insiden Mina. Selain itu, ia berharap keluarga dapat menerima kepergian jamaah haji ke pelukan Allah dengan lapang dada.

"Tidak masalah kalau meninggal di tanah suci, harusnya keluarga senang karena meninggal di tanah suci. Apalagi banyak orang menginginkan itu. Buktinya ada tradisi walimatusaffar sebagi acara perpisahan dengan keluarga," katanya.

Di sisi lain, ia berharap pemerintah kerajaan Arab bisa mempercepat proses penguburan jamaah haji yang wafat.Pasalnya, berdasarkan sunnah bahwa penguburan harus dipercepat.

"Kalau sudah meninggal ya secepatnya dikubur," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement