REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Keputusan pemerintah Arab Saudi mengurangi jumlah jamaah haji domestik sebesar 50 persen tahun ini memaksa pemilik penyewaan tempat tinggal haji menaikkan harga agar tidak merugi.
Ketua Komite Nasional Haji dan Umrah Saad Al-Qurashi mengatakan pengurangan kuota berdampak negatif bagi pendapatan perusahaan penyedia layanan haji. Perusahaan-perusahaan tersebut baru diberitahu soal pemotongan kuota Juni lalu.
Dia mengatakan Kementerian Haji telah selesai membagikan tenda di Mina kepada penyedia layanan haji. Satu tenda bervariasi antara 1.500-7.500 saudi riyal tergantung jaraknya ke Jamrat.
Perusahaan mematok harga antara 7.000-20 ribu saudi riyal tergantung pada pelayanan yang mereka berikan. Al-Qurashi menambahkan biaya hotel atau apartemen beserta perabotannya dekat Masjidil Haram turun dari 2.800 menjadi 500 saudi riyal. Hal ini disebabkan pengurangan kuota jamaah haji asing sebesar 20 persen dan jamaah domestik sebesar 50 persen.
Perusahaan haji juga telah menutup sekitar 400 kantor cabang mereka di berbagai wilayah. Ribuan pekerja juga harus rela kehilangan pekerjaan. Qurashi membantah laporan media yang menyebutkan tentang dibatalkannya penerbangan haji. "Seluruh penerbangan domestik telah dipesan untuk haji," kata dia.
Ia menyebut terjadi penurunan besar jumlah jamaah haji yang dialokasikan bagi perusahaan layanan haji. Sebuah perusahaan yang biasanya melayani 2.000 jamaah tahun lalu, kini hanya melayani 700 oarang.
Naiknya biaya tempat tinggal dapat meningkatkan jumlah jamaah ilegal. Qurashi memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 500 ribu orang tahun ini.
Pemerintah Arab Saudi telah memperingatkan jamaah haji ilegal akan dideportasi. Mereka juga tidak diizinkan memasuki wilayah negara itu selama 10 tahun. Departemen Paspor mengatakan akan menerjunkan polwan untuk mencegah jamaah haji perempuan ilegal. N arab news/ani nursalikah




