Rabu 02 Oct 2013 20:01 WIB

Waspada Pelaku Kejahatan Terhadap Haji Justru Orang Sendiri

  Calon jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Jakarta menaiki pesawat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (10/9).     (Republika/Yasin Habibi)
Calon jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Jakarta menaiki pesawat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (10/9). (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, mengingatkan jamaah calon haji mewaspadai modus kejahatan yang sering terjadi di Tanah Suci agar tidak menjadi korban dan mengalami kerugian.

Pada umumnya pelaku tindak kejahatan terhadap jamaah haji di Tanah Suci adalah orang Indonesia dan mereka menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dalam melancarkan aksinya sebagai modus, kata Sekretaris PPIH Embarkasi Padang, Syamsuir di Padang, Rabu.

Karena itu, menurut dia, jamaah harus waspada jika ada orang yang berpura-pura baik dan menawarkan sesuatu dengan mengunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah.

Ia mengatakan salah satu modus yang harus diwaspadai yaitu orang yang berpura-pura menawarkan penukaran real Saudi.

Pelaku akan menawarkan jasa penukaran real Saudi dengan alasan jika ditukarkan melalui bank prosesnya sulit dan lama."Begitu uang diserahkan yang bersangkutan akan langsung membawa kabur uang jamaah," lanjut dia.

Kemudian modus lainnya, saat jamaah hendak ke toilet pelaku akan menawarkan untuk menitipkan barang bawaan dengan alasan tidak boleh dibawa ke toilet dan setelah barang dititipkan, akan dibawa lari oleh pelaku.

Jamaah juga jangan tergoda bujuk rayu orang-orang yang mengaku sedang kesulitan dan meminta sejumlah uang karena sebenarnya yang bersangkutan sedang memeras.

Demikian juga dengan orang yang berpura-pura meminta sedekah dan saat jamaah mengeluarkan dompet untuk memberi uang, teman pelaku tengah mengincar dompet tersebut.

Jika ada jamaah yang menjadi korban tindak kejahatan agar segera melapor kepada bagian informasi yang telah disebar dibanyak titik."Asalkan jamaah tersebut dapat berbahasa Indonesia maka laporannya akan dapat ditindaklanjuti dengan segera," kata dia.

Ia menambahkan pada tahun ini tingkat pengamanan lebih diperketat oleh petugas haji Indonesia yang ada di Tanah Suci bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement