Selasa 31 Mar 2015 19:26 WIB

Pemerintah Upayakan Biaya Haji Turun

Pelunasan Biaya haji. (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pelunasan Biaya haji. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah mengupayakan biaya haji yang harus dikeluarkan calon jemaah pada 2015 lebih kecil dibandingkan 2014. "Sekarang biaya haji ini sedang dibahas di panitia kerja Biaya Perjalanan Ibadah Haji(BPIH), mudah-mudahan April 2015 selesai," kata Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaefudin usai meletakkan batu pertama kampus III IAIN Imam Bonjol di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (31/3).

Menurutnya, begitu pembahasan selesai, masyarakat akan segera mengetahui besaran biaya haji yang ditetapkan pemerintah. Persoalannya, tambahnya, biaya haji dihitung dalam mata uang dolar AS sementara kurs rupiah terhadap dolar berubah-ubah.

Dia mengatakan lebih dari 95 persen kegiatan haji memang menggunakan mata uang dolar, karena itu penghitungan biaya menggunakan mata uang itu tidak bisa dihindarkan. Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, Lukman menjelaskan pihaknya dari Kementrian Agama tidak memiliki kuasa terhadap hal itu.

"Mudah-mudahan pada saat pelunasan biaya haji oleh calon jemaah nanti, nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa kembali menguat," ujarnya.

Pada 2014, biaya perjalanan haji mencapai 3219 dolar AS. Tahun ini pemerintah melakukan upaya efisiensi terhadap beberapa komponen sehingga diharapkan biaya perjalanan haji bisa semakin murah.

Sebelumnya, Ketua Panja BPIH, Sodik Mujahid mengatakan Panja BPIH menyisir seluruh kontrak kerja akomodasi haji seperti kontrak penerbangan (pesawat), kontrak pemondokan, katering, transportasi darat, hingga atribut untuk menekan biaya haji.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement