Senin 17 Aug 2015 06:42 WIB

Djan Faridz Usulkan Penambahan Kuota Haji dan Umrah Murah

Rep: c07/ Red: Damanhuri Zuhri
Situs Suci umat Islam, Kabah, tempat menunaikan ibadah haji dan umrah.
Foto: Reuters
Situs Suci umat Islam, Kabah, tempat menunaikan ibadah haji dan umrah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Versi Mukatamar Jakarta, Djan Faridz berpendapat saat ini para pejabat negara menjadi takut dalam mengambil kebijakan.

Ketakutan tersebut muncul lantaran kekhawatiran mereka bila berurusan dengan segala bentuk tindak pidana korupsi (tipikor) .

"Contohnya Kementrian Agama, menghabiskan sisa kuota dan dimanfaatkan Menteri padahal ada dasar hukumnya tapi dianggap tipikor," kata Djan di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro Nomor 60, Ahad (16/8) malam.

Padahal, sambung Djan, kalau sisa kuota tidak dimanfaatkan, pemerintah akan rugi besar. Padahal kuota sudah dibayar service charge tiket dan lainnya, dengan kata lain, uang negara akan hilang begitu saja karena tidak dimanfaatkan.

Bahkan, saat ini orang sakit pun dipaksakan berangkat. Sehingga banyak para jamaah haji yang meninggal di Tanah Suci. Menurut Djan saat ini yang mesti diperjuangkan adalah menambah kuota haji. "Kalau boleh usul umrah dibuat murah," kata Djan Faridz mengusulkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement