Ahad 13 Sep 2015 21:07 WIB
Musibah Crane Jatuh

Delapan Jamaah Lagi Sembuh dan Kembali ke Pemondokan

Seorang calon jamaah haji menunjuk ke arah crane proyek perluasan masjid yang jatuh di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9).   (Reuters/Mohamed Al Hwaity)
Seorang calon jamaah haji menunjuk ke arah crane proyek perluasan masjid yang jatuh di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9). (Reuters/Mohamed Al Hwaity)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Delapan jamaah haji Indonesia yang mengalami luka sudah dapat meninggalkan Rumah Sakit Arab Saudi tempat mereka dirawat. Dengan demikian, ada 18 jamaah haji yang mengalami luka akibat mobile crane terjungkal sudah sembuh dan kembali ke pemondokan.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan berdasarkan laporan jamaah haji dirawat dan wafat karena mobile crane di Masjidil Haram hingga 14.00 waktu Arab Saudi, ada 18 jamaah yang pulang ke pemondokan.

"Termasuk 10 sebelumnya," kata dia, Ahad (13/9) seperti dilaporkan wartawan Republika, Ratna Puspita.

Dengan demikian, jumlah jamaah luka dan masih dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Arab Saudi dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah berkurang. Arsyad menyatakan, jumlah jamaah yang dirawat di rumah sakit sebanyak 23 orang.

Jumlah tersebut merupakan 22 jamaah yang sudah dirawat sejak Jumat (11/9) malam dan seorang jamaah yang baru dirujuk. "Ada masuk satu orang atas Subandi Ahmad Sarbini dari Kloter (Kloter) UPG 16," kata Arsyad.

Arsyad menyatakan, seluruh biaya jamaah haji yang mengalami yang luka menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Ini berlaku tidak hanya terkait dengan musibah mobile crane di Masjidil Haram. "Tapi setiap musim haji biaya rumah sakit menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi," ujar dia.

PPIH Arab Saudi juga sudah menyiapkan dua orang petugas untuk jaga di setiap rumah sakit untuk membantu jamaah. Kedua petugas bekerja dalam dua shift, yaitu pagi dan malam. "Jamaah butuh bantuan bisa langsung ditangani kalau ada perawat orang saudi atau asing yang tidak bisa komunikasi bisa langsung diberi bantuan," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement