REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan 14 jamaah asal Indonesia menjadi korban peristiwa berdesak-desakan di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, pada Kamis (24/9) atau bertepatan dengan 10 Zulhijjah. Hingga Sabtu (26/9) siang, 112 jamaah asal Indonesia masih belum kembali ke tenda di Mina atau hilang.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan masih terus menghimpun data jamaah haji yang belum kembali ke tenda di Mina atau pemondokan di Makkah.
"Dari jumlah sebelumnya yang mencapai 225 orang, data saat ini yang belum kembali sebanyak 112 orang," katanya.
Sementara Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan PPIH Arab Saudi terus melakukan pencarian dan penyisiran, termasuk melalui Sektor Khusus di Masjidil Haram.
"Dua hari ini banyak jamaah bepergian ke Haram. Kondisi Makkah masih sangat macet. Kami kerahkan sektor dan Satuan Operasi Armina untuk lakukan pencarian," ujarnya.
Kendati mengalami penurunan jumlah jamaah yang belum kembali, namun jumlah kloter justru meningkat. Sebelumnya, 225 jamaah yang hilang tersebut berasal dari tiga kloter, yaitu Kloter BTH 14 Embarkasi Batam, Kloter SUB 48 Embarkasi Surabaya, dan Kloter JKS 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi.
Kini, 112 jamaah yang belum kembali ke tenda atau pemondokannya berasal dari lima kloter. Dua kloter baru yang melaporkan jamaah hilang sejak kejadian berdesak-desakan di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, yaitu Kloter UPG 10 Embarkasi Makassar dan Kloter SOC 62 Embarkasi Solo.
Ia memerinci, sebanyak 14 orang Kloter BTH 14, 64 orang dari Kloter JKS 61, 16 orang dari Kloter SUB 48, tujuh rang dari Kloter UPG 10, dan 11 orang dari Kloter SOC 62.
Jika dibandingkan dengan data laporan kehilangan sebelumnya maka jumlah jamaah dari Kloter BTH 14 yang hilang belum mengalami perubahan. Jamaah Kloter SUB 48 yang masih hilang menurun sebanyak tiga orang. Jamaah Kloter JKS 61 yang masih hilang turun hingga 128 orang.
Djamil menyatakan jumlah yang hilang mengalami penurunan karena mobilitas mereka pascamelontar jumrah. Selain kembali ke tenda di Mina, sebagian jamaah memilih pulang ke pemondokan di Makkah.
"Ketika lakukan pendataan, mereka belum kembali ke tenda. Kami crosscheck mereka ke hotel ternyata sudah kembali," ujarnya.
Djamil menambahkan, ada juga jamaah yang belum kembali karena tersesat atau tidak tahu jalan. Dia mencontohkan Daker Makkah kedatangan banyak jamaah tersesat setelah melontar jumrah.
"Dua hal itu yang mengurangi jumlah jamaah hilang," ucapnya.




