IHRAM.CO.ID, BANDUNG -- Kepala DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jabar Yusuf Indra Supriatna memastikan, program Umrah Umat melindungi masyarakat dari layanan umrah yang terkesan asal-asalan. Semisal, program tersebut menjamin layanan yang diberikan tak berbeda dengan paket umrah lain.
Yang membedakan hanya fasilitas hotel yang tidak berada pada lokasi strategis atau yang terdekat dengan Masjidil Haram. "Pelayanan hotel tidak di ring 1 tapi secara keseluruhan pelayanan sama, makan tiga kali sehari, pesawat bagus, hotel bagus. Cuma mungkin jarak (tidak dekat) karena jarak menentukan harga," ujarnya, Selasa (31/1).
Menurutnya, upaya melindungi masyarakat yang akan menunaikan ibadah umrah sudah menjadi kewajiban bagi Amphuri sebagai mitra kerja pemerintah dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Dengan diluncurkannya aplikasi SIMPU dan Gerakan Nasional 5 Pasti Umrah, diharapkan mampu menekan jumlah jamaah yang telantar.
Ia menyarankan masyarakat memilih penyelenggara umrah yang sudah resmi terdaftar. Untuk mengetahui mana saja perusahaan resmi dan perusahaan ilegal, masyarakat bisa melihatnya melalui situs AMPHURI.
"Jangan hanya karena ditawari harga murah jadi mudah tergiur. Karena banyak kasus, harganya murah tapi harus menunggu dua sampai tiga tahun. Tapi ketika giliran berangkat, ternyata tidak berangkat juga. Padahal dalam umrah itu tidak ada waiting list atau daftar tunggu. Sekarang daftar, bulan depan bisa berangkat atau bahkan di bulan yang sama," kata Yusuf.




