Selasa 15 Aug 2017 21:06 WIB

Geliat Haji Muslim Cina

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ilham Tirta
Jamaah haji Cina tiba di terminal haji Bandara Amir Mohammed Bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi, Selasa dini hari (8/8).
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Jamaah haji Cina tiba di terminal haji Bandara Amir Mohammed Bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi, Selasa dini hari (8/8).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Perlahan tapi pasti, Komunitas Muslim di Cina memperlihatkan geliatnya di tengah perkembangan Muslim global. Ini bisa terlihat dari pelaksanaan haji Cina setiap tahunnya.

Tahun ini, lebih dari 12.800 Muslim Cina akan bergabung dengan dua juta jamaah lain dari seluruh dunia di Tanah Suci. Jumlah yang cukup signifikan meski dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sabtu (12/8) lalu, lebih dari 300 orang calon haji menjadi gelombang terakhir yang berangkat ke Saudi Arabia. Mereka bertolak dari Beijing Capital International Airport menuju Madinah.

Asosiasi Islam Cina yang merupakan organisasi nasional para Muslim dibawah pengawasan State Administration of Religious Affairs (SARA) mengatur perjalanan mereka. Para peziarah ini akan tinggal selama empat sampai lima hari di Madinah sebelum berangkat lagi ke Makkah.

Dilansir Global Times, perjalanan haji Cina semakin tinggi permintaannya. Ini karena bepergian keluar negeri telah menjadi sesuatu yang lebih terjangkau. Permintaan meningkat terutama dari Cina bagian barat. 

Proses pengajuan haji di Cina hampir sama seperti di negara-negara lainnya. Mereka harus menjalani serangkaian prosedur pendaftaran hingga tes kelayakan untuk bisa menginjakan kaki di tanah Ka'bah untuk melaksanakan rukun Islam terakhir ini.

Pertama, seseorang yang ingin melaksanakan haji harus menghubungi masjid lokal untuk mengonfirmasi identitas keIslamannya. Selanjutnya aplikasi masuk ke Asosiasi Islam setempat.

Setelah itu, mereka akan menjalani tes kesehatan dan kelayakan fisik. Perjalanan ibadah haji membutuhkan tubuh yang sehat dan berkemampuan. Jamaah yang dinyatakan mampu akan membayar biaya dan menerima pelatihan.

Menurut situs pengajuan haji Cina, setiap calon jamaah dikenai biaya 40 ribu yuan atau 5.998 dolar AS. Dana ini sudah termasuk untuk akomodasi, transportasi, asuransi hingga keperluan ibadah.

Jika dana berlebih, sisanya akan dikembalikan saat jamaah pulang lagi ke Cina. Dana ini dipublikasikan secara transparan di situs Asosiasi Islam provinsi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement